Virtual Box – Windows di dalam Linux

about_1600px

Halo selamat pagi menjelang siang menjelang sore menjelang malam hehe .. Bagi pengguna Linux ada kalanya merindukan Windows (atau mungkin merindukan bermain games di Windows XD). Mungkin ada yang beranggapan beberapa aplikasi Windows rasanya sulit tergantikan di Linux (walaupun aplikasi distro Linux modern sudah sangat setara dengan Windows). Seperti Ms.Office, Macromedia Flash, Adobe Photoshop, Counter-Strike hehe dll. Ada beberapa alternatif untuk permasalahan ini, seperti dual-booting, menggunakan aplikasi wine atau PlayOnLinux, dan Virtualisasi. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menjelaskan cara yang disebutkan terakhir, yaitu Virtualisasi. Saya akan mencoba melakukan instalasi Windows XP pada Virtual Box di dalam Linux.

  • Virtual Box adalah aplikasi open-source yang dikembangkan oleh Oracle. Virtual Box merupakan aplikasi virtualisasi cross-platform. Singkatnya Virtual Box adalah aplikasi ‘Virtual Machine’ (VM) yang mengizinkan kita menginstall Sistem Operasi di dalam Sistem Operasi yang kita gunakan (baik itu Linux, Windows, Macintosh, atau Solaris). Virtual Box meningkatkan kapabilitas komputer karena mampu menjalankan dua atau lebih Sistem Operasi secara bersamaan. Contohnya kita bisa menjalankan Windows di dalam Linux, Linux di dalam Windows, atau Linux dan Windows di dalam Macintosh. Kita bisa menginstall dan menjalankan beberapa VM secara bersamaan, batasannya adalah kapasitas hard disk dan memory komputer yang digunakan.

Nah, dengan virtualisasi kita bisa menjalankan Sistem Operasi di dalam Sistem Operasi, yang artinya kita bisa menjalankan aplikasi-aplikasi di dalam Sistem Operasi yang kita install pada Virtual Box. Disini saya akan mencoba menginstall Windows XP di dalam Linux Mint Petra.

*Note : Ada aplikasi virtualisasi lain seperti VMware yang tidak kalah dengan Virtual Box, namun VMware merupakan aplikasi berbayar.

1. Persiapan installer Windows XP

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan installer Windows XP. Disini tentu saja saya mengasumsikan installer Windows XP anda adalah versi original.

2. Install Virtual Box

Berikutnya adalah install aplikasi Virtual Box. Ada dua cara untuk menginstall Virtual Box, melalui command apt-get” atau dengan download via browser di website Virtual Box. Virtual Box versi terbaru Disini saya akan menggunakan metode command  dengan mengetikkan :

  • sudo apt-get install virtualbox

installvirtualbox

Setelah proses instalasi selesai, kita bisa membuka aplikasi Virtual Box di menu “Administration – Oracle VM VirtualBox” (saya menggunakan Linux Mint Petra dengan desktop environment Cinnamon, namun pada distro Linux lain aplikasi Virtual Box pasti bisa ditemukan di dalam menu).

3. Konfigurasi Virtual Box

  • Next, buka aplikasi Virtual Box. Jika belum ada VM yang terinstall, maka tampilan Virtual Box akan terlihat seperti ini :

tampilanawalvirtualbox

  • Pilih menu “New“.

 

namaVM

  • Beri nama Virtual Machine. Untuk “type” pilih “Microsoft Windows”. Untuk “version” saya pilih “Windows XP (64 bit)”.
  • Klik “Next“.

 

memoryVM

  • Tentukan jumlah memory yang diinginkan untuk VM (jumlah memory yang disarankan untuk Windows XP adalah 192 Mb). Disini saya memberikan 512 Mb. Anda bisa mengubah jumlah ini kapan saja setelah instalasai selesai di menu “setting“.
  • Klik “Next“.

 

harddiskVM

  • Pilih “Create a virtual hard drive now” untuk membuat hard disk VM (virtual hard disk).
  • Klik “Create“.

 

harddriveVMtype

  • Pilih tipe virtual hard disk yang akan digunakan. Ada beberapa pilihan yang disediakan. Jika kita tidak akan menggunakan file virtual hard disk kita untuk aplikasi virtualisasi lain, maka pilih “VDI (VirtualBox Disk Image)”. Disini saya menggunakan “VDI”.
  • Klik “Next“.

 

harddriveVMfixed

  • Pilih format virtual hard disk yang diinginkan. Disini ada dua pilihan : dynamic dan fixed. Jika kita memilih dynamic dengan kapasitas 20 Gb, artinya kapasitas virtual hard disk tidak akan secara langsung menjadi 20 Gb melainkan 10 Gb dan secara perlahan akan bertambah hingga batas maksimal (20 Gb) sesuai dengan penggunaan kita (tetapi tidak akan otomatis berkurang ketika kita menghapus file). Jika kita memilih fixed dengan kapasitas 20 Gb, artinya kapasitas virtual hard disk akan secara langsung menjadi 20 Gb. Kelebihan penggunaan tipe fixed adalah performa virtual hard disk yang lebih cepat dari tipe dynamic (seperti saat copy atau move file). Disini saya menggunakan tipe fixed.
  • Klik “Next“.

 

harddriveVMsize

  • Berikutnya adalah menentukan kapasitas virtual hard disk. Disini saya menggunakan 20 Gb. Kita bisa mengubah kapasitas virtual hard disk setelah instalasi selesai nanti.
  • Klik “Create“.

 

harddriveVMcreate

  • Proses pembuatan fixed virtual hard disk memakan waktu lebih lama daripada tipe dynamic. Waktu yang dibutuhkan untuk kapasitas 20 Gb sekitar 10 menit.

 

konfigurasiVMselesai

  • Proses konfigurasi VirtualBox untuk Windows XP selesai.

4. Instalasi Windows XP pada Virtual Box

  • Setelah konfigurasi VM untuk Windows XP selesai, langkah berikutnya adalah instalasi Windows XP. Jika installer anda berbentuk CD, masukkan CD anda ke drive CD. Jika installer anda berbentuk file maka buat dahulu ke tipe disc image (“.iso”) dengan aplikasi burner (salah satunya K3b).
  • Pilih “Windows XP” pada kolom kiri, lalu klik “Start“.

 

startinstallXP

installerXP

  • Pilih lokasi installer Windows XP anda. Jika anda menggunakan CD, pilih CD drive anda. Jika anda menggunakan file disc image (“.iso”), pilih file tersebut pada direktori file dengan klik menu berbentuk folder.

 

VMrestart

  •  Setelah itu Virtual Box akan restart dan booting dari installer Windows XP.

 

windowssetupstart

  • Next, proses instalasi Windows XP dimulai (sebenarnya saya yakin semua pengguna Linux tahu cara instalasi Windows XP, tetapi untuk melengkapi postingan ini saya sertakan juga step-by-step instalasi Windows XP).

 

windowssetuppartition

  • Disini terlihat hard disk belum dipartisi. Tekan tombol “C” untuk membuat partisi.

 

windowssetuppartition2

  • Disini saya membuat satu partisi (“C:\”). Anda bisa membuat lebih dari satu partisi. Setelah partisi selesai dibuat, tekan ENTER.

 

windowssetuppartition3

  • Tekan ENTER untuk memulai proses instalasi pada partisi “C:\”.

 

windowssetupformat

  • Instalasi menyiapkan opsi format partisi. Saya menggunakan opsi paling atas. Setelah itu tekan ENTER.

 

windowssetupformat2

  • Proses format berlangsung.

 

windowssetupcopyfiles

  • Setelah proses format selesai, instalasi dilanjutkan ke tahap berikutnya.

 

pressanykeytoboot

  • Next, komputer akan reboot. Jangan tekan tombol apapun pada keyboard. Instalasi akan secara otomatis dilanjutkan.

 

windowsxpbootsplash

  • Bootsplash Windows XP.

 

installwindowsstart

  • Proses instalasi tahap berikutnya dimulai.

 

installwindowsnetwork

  • Muncul window untuk konfigurasi Regional and Language. Klik “Next“.

 

installwindowsname

  • Muncul window untuk konfigurasi nama dan organisasi. Isikan nama anda dan organisasi bila diperlukan lalu klik “Next“.

 

installwindowsname2

  • Muncul window untuk konfigurasi nama komputer dan password administrator. Isikan nama komputer dan password admin bila diperlukan. Klik “Next“.

 

installwindowstime

  • Muncul window untuk konfigurasi tanggal dan waktu. Pilih “GMT+07 Bangkok, Hanoi, Jakarta” dari menu drop-down setelah itu klik “Next“.

 

promptdisplay

  • Setelah proses instalasi selesai, akan muncul window untuk konfirmasi pengaturan display. Klik “OK“.

 

promptdisplay2

  • Sesuai dengan keterangan pada window yang muncul berikutnya, klik “OK“.

 

installwindowsfinish

  • Instalasi Windows XP telah selesai.

 

windowsxpdesktop

  • Yup, Windows XP secara resmi sudah terpasang pada Linux Mint Petra via Virtual Box .. hehehe.

5. Konfigurasi Windows XP pada Virtual Box

  • Setelah Windows XP terpasang pada Linux, hal berikutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan konfigurasi tambahan dan instalasi “guest addition untuk mengaktifkan semua komponen secara maksimal seperti dukungan 3D (salah satu fungsinya untuk menggunakan VM secara full-screen, shared-folder antara VM dengan Host, penggunaan USB pada VM dll. Berhubung post nya sudah terlalu panjang maka tutorial konfigurasi tambahan tersebut akan saya coba bahas pada postingan berikutnya hehe. Thx 4 reading !

Reference : virtualbox.org | tomshardware.com
Image (VirtualBoxArt) : goo.gl/5I1aeq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s